Patung Kilin Hijau

Patung Kilin Hijau

Green QiLin Statue

With Very Smooth Crack Lines All Over the Body (Signs of Very Old Ages of Ceramic???).
Dengan Garis2 Seperti Retakan Yang Sangat Halus Di Seluruh Tubuh (Retak Seribu??? Tanda2 Usia Tua dari Keramik???)

Antik, Langka, Indah, Detail
Antique, Rare, Beautiful, Detail  

PXLXT/ LengthXWidthXDepth: 53X30X41Cm



Warna Kie Lin biasa diambil dari salah satu warna lima unsur yang ada di bumi, Bisa hijau yang merupakan unsur langit atau organ paru-paru dalam tubuh manusia. Bisa juga warna biru (air/tenggorokan), merah (bumi/dubur), kuning (alam/jantung) dan oranye(gunung/perut).
The color of Qi Lin can be one of the five colors that represent the five elements on earth.  It can be green that represents the element of heaven or lungs in human body.  It can also be blue (water/ throat), red (land/anus), yellow (nature/heart) and orange (mountain/stomach).


Di jaman Dinasty Ming (1368-1644Masehi), Macan Kilin menjadi hadiah yang sangat populer saat mengunjungi sanak keluarga yang melahirkan anak laki-laki. Makna tersirat yang terkandung adalah doa agar anak tersebut menjadi orang yang besar dan hebat.
In Ming Dynasty period (1368-1644), Qi Lin sculpture was a popular gift for families who just had a baby boy.  It represented a hope that the baby boy would become a great man.


Bersama Kilin Kecil
With Small QiLin






 

 

Macan Kilin – Kie Lin (Hokkian), Chi Lin (Mandarin)


Bila anda jeli, maka anda akan melihat dan memperhatikan arca macan kilin di hampir semua klenteng dan bila yang belum pernah mampir ke klenteng sebelumnya, anda pasti yang warga Surabaya minimal pernah melihat arca ini didepan gerbang Kya-Kya Kembang Jepun.

Arcanya berwujud sepasang Macan Kie Lin. Salah satunya menggendong Kie Lin kecil. dan biasanya diletakkan di depan pintu utama atau gerbang utama.

Dalam legenda Cina dikenal ada binatang yang menjadi tunggangan para dewa. Binatang yang mendapat kepercayaan untuk mengantar para dewa ke mana pun mereka pergi itu bernama Kie Lin. Kie Lin ini merupakan binatang yang mewakili 18 binatang yang ada di dunia.

Selain patung batu Kie Lin terletak di depan pintu masuk sebuah klenteng atau beberapa gerbang, patung Kie Lin juga bisa didapati di dalam klenteng. Seperti yang diduduki Ji Lay Nan U Fuk.

Sebagai binatang dewa, Kie Lin sendiri bentuknya sepintas mirip singa. Tetapi, bila dilihat secara agak mendetail maka terlihat kalau sebagian tubuh Kie Lin ini mewakili ke-18 binatang yang ada di bumi.

Seperti badannya yang merupakan badan kuda tetapi memiliki sisik ular dan sisik ikan. Buntutnya pun dari kura-kura. Keempat kakinya juga berbeda semuanya. Ada yang berupa kaki burung hong (rajawali), kaki macan, kaki kerbau, dan kaki menjangan.
Kedua matanya yakni mata kepiting, dengan telinga mewakili telinga kelinci serta bertaring macan. Sedangkan jenggot dan mulutnya merupakan mulut singa serta pipinya pipi naga.

Kie Lin ini juga memiliki tanduk bercabang dua yang merupakan tanduk rusa.
Warna Kie Lin biasa diambil dari salah satu warna lima unsur yang ada di bumi, Bisa hijau yang merupakan unsur langit atau organ paru-paru dalam tubuh manusia. Bisa juga warna biru (air/tenggorokan), merah (bumi/dubur), kuning (alam/jantung) dan oranye(gunung/perut).

Di jaman Dinasty Ming, Macan Kilin menjadi hadiah yang sangat populer saat mengunjungi sanak keluarga yang melahirkan anak laki-laki. Makna tersirat yang terkandung adalah doa agar anak tersebut menjadi orang yang besar dan hebat.

Sumber Tulisan :
1. Koran Kompas, 31 Januari 2003.
2. Berdasarkan penuturan dan Wawancara dengan Krisna Warih, ahli feng shui dan ngoheng peji.
3. http://www.chi-linasianarts.com/home.html